Hari ini Minggu ya?
Rutinitas minggu pagi kami, dibuka dengan sarapan Nasi Liwet, kesukaannya kami nih yang dijual oleh Bu Par. Nasinya terasa gurih santan yang nyamari, gurih tapi pas. Disiram kuah sayur labu jepan (labu siam). Gurih nasi liwet dipertegas dengan kumut (santal yang dikentalkan), suwiran ayam kampung dan secuil telur kukus.
Selain Nasi Liwet juga banyak kuliner lain, ada Cabok Rambak, Pecel Ndeso, Sate, Sop dan Selat Solo, Soto, Tengkleng, Jenang, Pempek, Buanyak pilihan deh. Bisa disesuaikan dengan selera asal. Asal pas makan ada uang. Asal pas makan pas perut lapar. Tapi, maknyus-maknyus kok. Tenan!
Biasanya anak-anak request jalan-jalan deh. Bagi keluarga kecil kami, tujuan favoritnya ke Stadion Manahan Solo atau Car Free Day di sepanjang Jln. Slamet Riyadi, Solo. Para perantau atau pelancong yang ingin kenal Solo secara instan, cocok nih jalan ke sini. Ini seperti miniaturnya Solo. Check It Out (Cekidot);
1. Stadion Manahan Solo
Stadion yang diresmikan Presiden HM. Soeharto pada 1998 ini, mampu menampung 35000 penonton. Markasnya Klun Sepakbola Persis Solo. Megah. Luas. Banyak menggelar pertandingan olahraga besar, pertandingan persahabatan Indonesia-Palestina juga digelar di sini, 2011. Pokoknya keren deh stadion ini. Dengan tanpa mengurangi kegagahan stadion, setiap minggu pagi menjelma menjadi pasar rakyat. Semua pedagang tumplek blek di sini. Pedagang makanan, pakaian, furniture, mainan anak-anak, care**ur pun uji untung.
Lanjut beranjak jalan-jalan, tengok-tengok mainan anak-anak. Nah, kebetulan langganan mainan edukatif kami memang produsen alias pembuat mainan, jadi harganya miring sak puol e. Pedagang sprei, gorden, perkakas rumah tangga, kerajinan rotan dan kayu, pakaian, sampai jualan boneka, memang produsen yang keluar kandang jemput bola. Singkat cerita, ameh golek opo wae sing paling murah yo neng kene, terjemahan bebasnya: Nyari barang di sini udah paling murah se- Solo.
Anak-anak menikmati aneka permainan, odong-odong, penyewaan sepeda genjot, mobil remote cntrol, motor mini, kereta kelinci dll sampai.... Emaknya berkata: Cukup! Jatah uang mainan sudah habis!
Untuk penutup Minggu pagi di Manahan, naik delman istimewa keliling Manahan. Rp. 15000 sekali muter. Legaaa, perut kenyang, hati pun senang.
2. Car Free Day, Jln. Slamet Riyadi
Minggu pagi di Car Free Day (CFD), ini puanjang banget. Kalau di Manahan, memutar, sebaliknya CFD memanjang. Agak sulit kalau bawa kendaraan diparkir di satu tempat terus kita jalan-jalan menyusuri CFD, pas mau pulang harus kembali lagi ke tempat parkir. Saran saya, cari becak saja, capek, rek!
Nah, rutinitas keluarga kecil kami di CFD ini, langsung menyasar pada satu titik saja, yakni depan Stadion Sriwedari Solo. Biasanya di titik ini, banyak komunitas yang menggelar kegiatan. Contohnya, anak-anak yang kepingin sekali pelihara anjing. Saya tidak melarangnya tapi juga tidak mengizinkan. Hahahahaha. Jangan tanya kenapa karna ku tak tahu...uuu...uuu... (lagu siapa itu ya?)
Gak usah repot-repot nak, kita ke CFD aja. Depan Stadion Sriwedari tuh, banyak anjing di sana. Bukan hanya anjing, ada kucing, kelincin, reptil ular, bunglon, iguana, buaya, musang, sugar glider juga hadir. Komunitas pecinta hewan peliharaan se-Solo udah janjian di sini. Pemilik hewannya pun ramah-ramah. Mereka tak segan mengizinkan anak-anak dan pengunjung lain berinteraksi dengan hewan peliharaannya. Boleh juga pinjam hewannya buat selfie.
Banyaklah komunitas di Solo yang menggelar kegiatan di CFD. Sekolah-sekolah juga memanfaatkan CFD untuk tampil, entah promosi, latihan, atau pentas seni. CFD digelar dari jam 06.00 -09.00.
Setelah bercapek-capek, langsung deh cari kuliner. Kulinernya beragam. Tidak khas Solo saja, mungkin kuliner dari daerah lain di Indonesia ada di sini. Hanya, rasa nya sudah diseusaikan dengan lidah Solo, hihihihihi.... Adalah pempek palembang, tapi no comment lah. Ini kan Solo, ya wajar deh.
Para perantau yang baru tiba di Solo, rajin-rajin jalan ke dua tempat ini. Belajar mengenali perilaku ekonomi dan geliat masyarakatnya. Lama-kelamaan jadi betah. Untuk para pelancong (turis), harus dicocokkan jadwalnya, ke sini dulu, Minggu malemnya baru pulang deh ke kotanya sendiri.
So, Minggu pagi ini mau kemana, nak?
Setelah bercapek-capek, langsung deh cari kuliner. Kulinernya beragam. Tidak khas Solo saja, mungkin kuliner dari daerah lain di Indonesia ada di sini. Hanya, rasa nya sudah diseusaikan dengan lidah Solo, hihihihihi.... Adalah pempek palembang, tapi no comment lah. Ini kan Solo, ya wajar deh.
Para perantau yang baru tiba di Solo, rajin-rajin jalan ke dua tempat ini. Belajar mengenali perilaku ekonomi dan geliat masyarakatnya. Lama-kelamaan jadi betah. Untuk para pelancong (turis), harus dicocokkan jadwalnya, ke sini dulu, Minggu malemnya baru pulang deh ke kotanya sendiri.
So, Minggu pagi ini mau kemana, nak?

1 komentar:
Assalamu alaikum wrb,salam persaudaraan,saya Nur Mardiana biasa dipanggil Nur,awalnya saya seorang pengusaha yang sangat sukses dan aset banyak,seiring berjalanya waktu kekayaan saya berkurang dan bangkrut,saya frustasi dan hampir bunuh diri tapi saya masih usaha bagaimana caranya saya bisa seperti dulu,saya hampir putus asa niat bunuh diri kembali menghantui saya,tapi saya coba buka internet dan tidak sengaja saya melihat nomor Ki Kusumo,saya coba telpon beliau,saya dikasi solusi tapi awalnya saya ragu dan sempat tidak percaya tapi tidak ada jalan lain saya hanya bermodal nekat mengikuti saran Aki syukur alhamdulillah sekarang saya bisa kembali seperti dulu,semua hutang saya lunas dan saya kembali bangun bisnis properti,saya berterimah kasih kepada pembuat room ini karna berkat room ini saya bisa ketemu nmr Aki Kusumo,Demi Allah ini pengalaman pribadi saya,ini bukan rekayasa saya hanya ingin berbagi pengalaman kepada teman2,saudara,yang sedang dalam kesusahan silahkan hub nmr Aki kusumo dinmr 085257776881 insya Allah akan diberi solusi,sekali lagi terimah kasih saya ucapkan sebesar2nya pada Ki kusumo kalau bukan karna beliau saya tidak seperti ini, maaf sebelumnya yang tidak suka dengan postingan saya ,saya Nur mengucapkan mohon maaf sebesar-besarnya Assalamu alaikun wrb,salam persaudaraan.
Posting Komentar