Jumat, 11 Desember 2015

KTP Saya Seumur Hidup, Padahal Masih Unyu



Abaikan bagian yang dicoret-coret. Fokus pada SEUMUR HIDUP. (Dok.Pri.12/2015)

Akhirnya, resmi sudah menjadi warga Solo!

Eit, tapi. Saya kok berasa tua banget jadinya. KTPnya berlaku SEUMUR HIDUP. Sedangkan informasi yang Saya tau, KTP jenis ini harusnya buat sesepuh di atas 55 tahun.

"Bu, ini beneran KTP saya? Sayakan masih unyu-unyu (Eh, ini kata-kata imajiner loh-yang unyu-unyu)" Saya bertanya pada petugas E-KTP di kantor Dinas Penduduk dan Catatan Sipil Surakarta, Balaikota, Surakarta.


"Betul, Mbak." tegasnya.

"Tapi, KTP ini berlaku seumur hidup, Bu," jelas Saya. Sebenarnya hanya menegaskan kalau Saya masih muda, Bu. Belom Mbah-mbah. Saya tersenyum manis, semanis mangga yang tumbuh di depan rumah Saya. Aseli manis banget.

"E-KTP yang terbaru ya seumur hidup. Jadi ndak perlu perpanjang KTP atau perbarui lagi. Kecuali ada perubahan data, misalnya pindah alamat rumah atau status perkawinan, atau KTP nya hilang," jelas Ibu yang masih sabar menghadapi Emak-emak yang menolak tua (dikatakan tua).

"Oooohhhh, begitu," Ujar Saya berseru lega. Alhamdulillah.

Ternyata, KTP ini mulai diberlakukan Juli 2015. Menurut UU resminya sih, sudah mulai berlaku sejak 2012. Hanya karena minim sosialisasi, hingga kini masih banyak warga yang terkaget-kaget termasuk Saya. (baca lengkapnya di sini. )

Karena masa berlakunya KTP ini yang lama. Maka pastikan foto yang tercantum adalah foto terbaik, pose tercantik/tercakep. Karena sekali dijepret maka foto ini digunakan seumur hidup. Jadi pengen nanya sama petugasnya. Saya foto di E-KTP itu saat usia belum 30-an (masih muda), terus, gimana jikalau 20 tahun mendatang? Saat wajah ini sudah berubah. Kira-kira masih valid gak ya fotonya? Bisa diganti gak ya? Kalau gak usah diganti ya gak papa, berarti di KTP, bisa jadi muda selamanya. Emak-emak menolak terlihat tua (padahal???)

Ah, pokoke sudah lega, ngurus pindah warga negara. Eh, warga kota. Dari warga Palembang menjadi warga Kota Surakarta.

Hanya untuk informasi,
Tips:

1. Jangan ngurus administrasi kependudukan setelah lebaran. Dijamin antri panjang sekali. Atau jika kepepet, datanglah ke kantor Balai Kota Surakarta pagi-pagi, sebelum jam 08.00. Biar dapet nomor antrian. Setelah jam itu, petugas akan menutup tombol antri khusus pengurusan KK/KTP.

2. Kepengurusan adminstrasi kependudukan lebih nyaman dua/tiga bulan setelah lebaran. Antrian sepi. Bisa lebih santai.

3. Tata kelola kepengurusan di Balai Kota Surakarta sangat memuaskan. Warga mengambil nomor antrian dan dilayani dengan tertib. Tanpa uang embel-embel sepeserpun, mulai dari Pak RT, Pak RW, Kelurahan, Kecamatan dan Balaikota. Gak ada yang bakal bilang "Mbak, uang administrai," atau "Uang lelah."

4. Siap sedia bolak-balik fotokopi berkas-berkas yang diperlukan.

5. Pelayanan dan prosesi di setiap kota berbeda-beda. Sebelum mengurus, sebaiknya nanya-nanya dulu ke Pak RT, tetangga atau calo (lah? saran sesat jangan diikuti). Eh, tapi perantara (bahasa halusnya), juga masih dibolehkan di Kantor Balai Kota dengan menyertakan surat kuasa.

6. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Sumatera Selatan di Palembang, Kelurahan dan Kecamatannya, contoh manajemen di Surakarta dong. Saya masih kena dengan oknum yang bilang "Mbak, uang administrasi serelanya." Pas antri di dinas dukcapilnya, masih semrawut, siapa yang (merasa) datang duluan. Cara ini rentan banget ditelikung (hati-hati banyak jenis yang kayak gini. Siapa yang pernah ditelikung?). Juga rentan di ping-pong. "Tanyakan ke Pak ini."


Semoga informasinya bermanfaat. Jika masih ada yang kurang jelas, silahkan tanya Mbah Google. Halah.

Salam dari Solo,
Dari Saya,
Warga baru Solo







2 komentar:

Ety Abdoel mengatakan...

Wong kito galo jadi wong solo sekarang. Betah ya yuk?

Seribu satu mimpi anak manusia mengatakan...

betah yukkkk. Alhamdulillah